Dalam salah satu mata kuliah Desain
Komunikasi Visual, ada salah satu mata kuliah yang merupakan roh atau dasar
dari semua bidang ilmu desain komunikasi visual (DISKOMVIS). Karena mata kuliah
ini mengintegrasikan beberapa bidang ilmu sekaligus. Mulai psikologi,
marketing, komunikasi, visual, manajemen, dan masih banyak bidang lain sebagai
suplemen dari mata kuliah ini. Jadi sangat penting untuk lebih mendalaminya.
Ada beberapa buku menarik yang bisa
dijadikan acuan.
- Sarwono, Jonathan dan Lubis, Hary. (2007). Metode Riset untuk Desain. Komunikasi Visual. Yogyakarta: Penerbit Andi
- Uyung Sulaksana, “Integrated Marketing Communication”, Pustaka Pelajar, 2003.
Sayang buku-buku ini teramat langka
untuk didapatkan di pasaran. Nah mata kuliah maksud adalah “METODOLOGI
DESAIN”.
Secara garis besar, seorang desainer
adalah sebagai problem solver, ada beberapa tahapan dasar yang harus dipahami
seorang visual artis berkaitan dengan bidang desain, yaitu, “Konsep, Media,
Ide, Data, dan Visualisasi.
Berkaitan dengan Konsep dan Ide, ada
beberapa metode berfikir dalam merancang desain:
- Metode berfikir Intuitif
- Metode berfikir Logis
- Metode berfikir Prosedural
Metode berfikir Intuitif
- Tidak Logis
- Tidak rasional/tidak dapat diukur, namun tetap dapat dipahami sebagai kreatifitas
- Didasari data, namun tidak detail
- Subyektif
- Berfikir imagining (kotak hitam/black boxes)
Ciri-ciri black boxes:
- Sasaran desain sesuai dengan perubahan pikiran desainer.
- Data menentukan keputusan desainer dan berdasarkan pengalaman desainer
- Keputasan cepat dan acak
- Leap of Insight ->> menyederhanakan beberapa aspek ->> menipulasi citra
- Knowledge yang luas mutlak bagi desainer, referensi, cepat dalam memutuskan, orisinil, dan fleksibel dalam berfikir.
Metode berfikir Logis
- Mengacu pada data/fakta yang terukur dan terarah.
- Glass boxes/berfikir reasoning (kotak kaca)
- Data berupa dokumentasi, observasi, questioner, interview
Ciri-ciri berfikir logis:
- Analisis dilakukans secara mendalam dan tuntas sebelum pengambilan keputusan
- Evaluasi bersifat deskriptif dan dijelaskan secara logis
- Strategi perancangan/desain ditetapkan dahulu sejak awal, sebelum proses analisis.
Secara garis besar dapat digambarkan
dalam diagram seperti di bawah.
Gambar bagan secara garis besar
Metode berfikir Prosedural
- Meninjau kembali dua cara berfikir sebelumnya
- Jika 2 metode sebelumnya kurang fokus/kurang jelas, diperlukan eksplorasi lebih lanjut
- Jika diperlukan mengambil keputusan yang baru
- Metode Pengorganisasian diri (Self Organizing System)
- Variasi metode desain lebih banyak
- Intuisi pada akhirnya menjadi sangat penting dan diperlukan saat final decision (keputusan akhir)
Komentar
Posting Komentar